Di Bulan Bung Karno, GMNI Jeneponto Cetak Pemimpin Baru dan Perkuat Barisan Perjuangan

Baca Juga


JENEPONTO, 11 Juni 2026 – Di tengah gema bulan Juni yang sakral bagi kaum pergerakan-bulan kelahiran Pancasila, hari lahir dan wafatnya Bung Karno. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Jeneponto mengambil langkah strategis dengan menggelar Musyawarah Komisariat (Muskom) serentak Tiga komisariat, yaitu DPK GMNI Merah Putih, DPK GMNI Bung Karno, dan DPK GMNI Trisakti, menapaki babak baru dengan mengusung tema: "Menyiapkan Komisariat yang Solid, Kritis, dan Berjiwa Marhaenis".

Muskom ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dialektis dalam merespons realitas sosial hari ini yang semakin kompleks dilingkungan Mahasiswa Jeneponto. Disaat Jeneponto khususnya dan Bangsa ini sedang mengalami menguji keteguhan ideologinya, GMNI Jeneponto memilih untuk menguatkan pondasi di akar rumput melalui konsolidasi yang murni untuk mengkonsolidasikan agenda-agenda perjuangan.

Ketua DPC GMNI Jeneponto, Bung Nasrul Cicin, yang membuka langsung jalannya musyawarah, menegaskan bahwa semangat Bulan Bung Karno harus diterjemahkan ke dalam kerja-kerja nyata, bukan sekadar romantisme sejarah.

"Kita berada di bulan Juni yang penuh dengan api pemikiran dan Perjuangan Bung Karno. Muskom hari ini adalah bukti bahwa regenerasi kepemimpinan harus terus berlanjut, Komisariat adalah laboratorium kaderisasi tempat ideologi Marhaenisme diuji dengan realitas empiris. Kita menuntut kader agar tidak hanya mampu membaca, tapi bacaan itu tangga menuju revolusi yang kita cita-citakan". tegas Bung Nasrul Cicin.

Melalui proses musyawarah yang mengedepankan semangat kekeluargaan namun tetap tajam dalam diskursus, forum ini akhirnya menetapkan nakhoda baru untuk memimpin tongkat estafet perjuangan:

  1.  Bung Aldi terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Trisakti.
  2. Bung Fahri terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Bung Karno.
  3. Sarinah Hikma terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Merah Putih.

Ketiga ketua terpilih menyampaikan jabatan ini sebagai proses perjuangan untuk membawa komisariatnya menjadi "pabrik" pemikir sekaligus penggerak yang militan. Fokus utama ke depan adalah memperkuat posisi tawar kaum muda Jeneponto melalui jalur intelektual dan advokasi kebijakan yang memihak pada kepentingan rakyat kecil.

Di akhir acara, seluruh kader meneguhkan kembali komitmen untuk menjaga soliditas organisasi. Di bulan Juni ini, GMNI Jeneponto membuktikan bahwa api semangat Bung Karno tidak pernah padam; ia bertransformasi menjadi kerja-kerja terorganisir yang kritis, militan, dan berjiwa Marhaenis.

0 Komentar