Institut Marhaenisme 27 lahir sebagai ruang yang melampaui batas lembaga kajian biasa. Gagasan ini berawal dari refleksi panjang di bulan Agustus—bulan yang selalu mengingatkan kita pada api perjuangan kemerdekaan. Dari sana, kami menyadari bahwa pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton sejarah, melainkan harus kembali menjadi penggerak dalam bingkai kebangsaan.
Kami tidak berhenti pada diskusi dan wacana, tetapi menegaskan diri sebagai wadah pembentukan kesadaran, sikap, dan keberanian generasi muda untuk berpihak pada rakyat. Dengan semangat marhaenisme, kami percaya bahwa pengetahuan tanpa tindakan hanya akan menjadi arsip; sementara kajian yang hidup harus melahirkan gerakan, keberanian, dan kemenangan.
Karena itu, Institut Marhaenisme 27 bukan hanya rumah kajian, melainkan medan pembentukan karakter, ruang pengorganisasian, dan pusat pengabdian bagi cita-cita Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan berpihak pada marhaen.